Senin, 29 April 2013

Pelangi Api



Pelangi api adalah sebuah fenomena optik yang dibentuk dari kristal es berwujud piring yang berada di sekitar awan yang melingkar. bentuk munculnya pelangi ini kelihatan besar, indah dan tentu saja berwarna-warni seperti pelangi dan sejajar dengan cakrawala dengan pusatnya di bawah matahari. warna merah adalah warna yang selalu berada di paling atas. pelangi api sering terjadi ketika awan membentuk lingkaran kecil dan hanya fragmen burus yang terlihat.

Minggu, 14 April 2013

Fenomena-Fenomena Optik

Di zaman yang semakin maju ini, fenomena-fenomena yang terjadi di atmosfer sudah semakin mudah untuk dilihat. Baik itu secara langsung maupun melalui media, salah satunya internet. Dari sumber yang saya dapat, ada beberapa fenomena-fenomena optik yang sangat menakjubkan. Adapun contoh-contoh fenomena tersebut adalah sebagai berikut.

PIJARAN EKOR (AFTERGLOW)


Suatu pijaran ekor (afterglow) adalah cahaya lengkungan tinggi berwarna merah muda atau keputih-putihan yang muncul di langit karena partikel debu yang sangat halus tergantung di wilayah atmosfer tinggi. Suatu pijaran ekor mungkin muncul di atas awan tertinggi pada saat senja, atau dipantukan dari padang salju di daerah pegunungan setelah Matahari terbenam. Partikel menghasilkan efek penyebaran pada sebagian komponen cahaya putih.Afterglow adalah cahaya di langit saat sore hari berwarna merah muda atau keputih-putihan yang muncul akibat banyak pertikel debu halus di langit. Afterglow terlihat di awan yang tinggi atau dipantulkan oleh salju di pegunungan setelah matahari tebenam.


Selasa, 09 April 2013

Aurora



Aurora merupakan pancaran cahaya pada langit daerah lintang tinggi sebagai akibat atas pembelokan partikel angin matahari oleh magnetosfer ke arah kutub, serta adanya reaksi dengan molekul-molekul atmosfer.

Matahari atau bintang merah yang menjadi pusat orbit planet-planet wilayah tatasurya ternyata hanyalah satu diantara milyaran bintang lainnya di galaksi bimasakti. Pada inti pusatnya, ia memiliki suhu 14 juta kelvin dengan tekanan 100 milyar kali lipat tekanan atmosfer di bumi. Cahaya yang dipancarkan matahari berasal dari reaksi fusi termonuklir yang terjadi pada inti bintang. Secara konveksi, energi hasil reaksi fusi tersebut dialirkan ke permukaan. Dari aliran konveksi tersebut, tercipta medan magnet yang sangat kuat di permukaan matahari. Daerah-daerah medan magnet tersebut relatif gelap (lebih dingin) dari pada sekitarnya, sehingga ia dinamakan bintik matahari atau sunspot.